Kamis, 21 Februari 2013

Apa Itu Indonesia ?

Posted by sandi rian hadiana | 17.55 Categories:
Indonesia? Apa itu? Sebuah negara? Yang terletak antara enam derajat lintang utara hingga sebelas derajat lintang selatan? Sembilan puluh lima hingga seratus empat puluh satu derajat bujur timur? (tentunya anda masih ingat angka-angka tersebut bukan?).

Apakah mencintai Indonesia adalah dengan mengikuti setiap upacara yang diselenggarakan sekolahmu? Apakah mencintai Indonesia adalah menyontreng ketika pemilihan umum datang? Apakah mencintai Indonesia adalah dengan memakai setiap produk yang berlabel SNI? (ada yang tahu kepanjangannya?). Pikirkan lagi jika anda menjawab ‘ya’ pada masing-masing pertanyaan di atas.

Satu pertanyaan lagi untuk anda: apakah itu Indonesia? Pikirkan jawaban anda baik-baik, karena jawaban anda akan dicibir atau bahkan dipuja dunia. Saya akan coba sedikit membahas jawaban saya.
Indonesia. “Indonesia menargetkan ekspor sekian persen”. “Menteri dari negara X berencana untuk mengunjungi Indonesia”. Perhatikan kalimat-kalimat tersebut. Kata ‘Indonesia’ tidak pernah dipakai sebagai  kata sifat atau kata kerja. ‘Indonesia’ biasanya dipakai sebagai subjek atau objek. Hal ini menandakan bahwa Indonesia adalah sebuah ‘noun’ atau ‘kata benda’.

Apakah Indonesia adalah benda mati? Saya tidak suka mengatakan Indonesia sebagai benda mati, karena Indonesia tidak sama dengan kursi atau meja, yang hancur begitu saja ketika digergaji, atau batu yang tenggelam saja begitu dilempar ke dasar danau.

Apakah Indonesia adalah konsep abstrak seperti idealisme atau politik? Saya juga tidak setuju dengan pendapat ini karena konsep abstrak bersifat situasional. Apakah Indonesia adalah sesuatu yang dituasional? Saya rasa anda sependapat dengan saya.

Kalau begitu apa itu Indonesia? Apakah Indonesia adalah pemerintah dan rakyatnya? Yang selalu berselisih paham satu dengan lainnya? Yang saling tidak menghormati satu dengan lainnya? Apakah Indonesia adalah pemerintah? Yang menghuni gedung-gedung tinggi dan saling adu otot ketika tidak mencapai kesepakatan? Apakah Indonesia itu rakyatnya? Yang selalu membuang sampah sembarangan, dan gemar melakukan apapun demi mengisi perutnya?.

Kalau begitu apa itu Indonesia? Apakah Indonesia adalah sekumpulan manusia yang memiliki ciri-ciri ramah, sopan, senang bergotong royong, taat beragama, dan loyal? Teori ini terlalu naif. Apakah Indonesia adalah sekelompok manusia yang suka menyalip antrian, doyan korupsi, miskin, dan pemarah? Pemahaman ini juga terlalu sinis.

Apakah Indonesia itu mahasiswa yang kritis dan keras kepala? Apakah Indonesia itu musisi-musisi kreatif yang kerap mengundang kontroversial? Apakah Indonesia adalah bapak-bapak berkerah rapi dan berdasi warna-warni? Apakah Indonesia orang-orang berpakaian dari kulit pohon dan masih hidup dengan cara berburu? Apakah Indonesia itu ibu-ibu yang berjualan dengan keringat mengalir deras di antara kedua matanya? Apakah Indonesia itu bayi-bayi kecil yang masih tergeletak tanpa daya di
kamar rumah sakit karena baru saja menghirup oksigen bebas pertamanya?.

Indonesia adalah kita semua? Teori ini lebih saya percayai. Gunung-gunung, tanah, pepohonan, beserta orang-orang di dalamnya. Gunung-gunung yang telah gundul atau yang masih lebat; tanah yang telah tandus atau yang masih kaya; orang-orang yang masih ngos-ngosan mencari nafkah atau yang terduduk enak di atas BMW-nya; mereka semua adalah Indonesia. Indonesia, yang diwariskan sejak bapak proklamator kita mengumandangkan ‘atas nama bangsa Indonesia’, ada di sekitar kita. Apakah kita bahkan pernah menyadarinya? Kita selalu meneriakkan kata-kata satu bangsa dan satu tanah air, namun kita tidak pernah tahu apa sebenarnya yang kita cintai atau bagaimana kita akan mencintainya.

Kita selalu meneriakkan janji-janji untuk membangun negeri ini, namun kita hanya memikirkan bagaimana caranya membangun gedung-gedung tinggi tanpa pernah tahu untuk apa kita membangunnya. Kita selalu berikrar untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin dengan hanya mengharapakan balas jasa yang setinggi-tingginya tanpa pernah memikirkan apa yang mampu kita berikan.



 Referensi : http://sosbud.kompasiana.com/2011/08/25/apa-itu-indonesia-390824.html

0 komentar:

Poskan Komentar